Perkenalan dengan Internet #1 (Modem & BBS)

Foto saya yg disesuaikan dgn zamannya (tahun 1992)Setelah mencoba memulai blogging baru2 ini dan setelah mencoba beberapa posting awal di blog ini, saya merasa makin mantap untuk menulis hal2 yg menurut saya bermuatan sejarah, tentunya yg berkaitan dengan Internet dan IT secara umum. Tujuannya, supaya saya punya catatan historis pribadi dan sukur2 ada manfaatnya buat orang lain.

Ini tulisan seri #1 dari sekian (belum tau di seri berapa selesainya), sengaja di pisah2 supaya lebih nyaman dibacanya. So here goes: 

Berbicara tentang internet rasanya gak bisa lepas kaitannya dengan alat yang bernama modem. Saat itu sekitar pertengahan 1992, saya sbg mahasiswa STMIK Gundar tingkat 2 bersama beberapa teman2 sering bolak-balik naik kereta Pd.Cina - Jkt Kota di antara kuliah kosong. Sampainya di kota kita suka window shopping ke Orion, Glodok (gedung hijau). Pemilik toko langganan kita, koh Hans udah beberapa kali ngeracunin saya untuk beli fax/modem internal 2,4 kbps untuk konek ke BBS (padahal dulu saya gak ngerti BBS itu apa) dan kirim/terima fax.

Karena saya belum melihat manfaatnya, maka tawarannya beliau saya “cuekin” sampai hampir 1 tahun… yaitu di awal 1993, saat itu udah muncul modem 9,6 dan 14,4 (terbaru) dan kebetulan kantor ortu butuh fax baru. Jadi saya belilah waktu itu modem yg lumayan hi-end saat itu (karena dimodalin ortu), yaitu fax/modem Dynalink Pocket 14,4 v32.bis.

Waktu beli modem itu, belum kepikiran akan digunakan untuk online sama sekali. Taunya hanya untuk fax, waktu itu dengan software Wincom dan Procomm Plus di Windows 3.11. Suatu hari, saya baca di majalah info komputer terbaru ada artikel tentang modem & bbs, di situ tercantum nama dan nomor telfon beberapa bbs di Jakarta. Saat itu saya iseng coba2 masuk satu2 ke sana, antara lain: Thunder, Barong, Ganesha, Jaknet, Hangtuah, Pusdata dan Clarissa.

Saya kebetulan dekat duluan dengan Leonardus Leonardi (sysop Thunder) karena dia kakak kelas saya di Gundar dan pernah ketemu beberapa kali di gedung Gramedia (dia penulis buku / programmer di Elex Media dan saya anggota di komunitas majalah Info Komputer). Setelah itu saya mulai berkenalan dengan sysop2 dan user2 BBS lainnya dan ikutan di beberapa forum Bemonet, dan sempat diangkat menjadi moderator forum Internet di BBS Ganesha milik Heryudi Ganesha. Saya tetap aktif di bemonet di periode 1993 s/d 1995-an.

Selain Thunder, saya (dan juga Indra) sempat diberikan kehormatan oleh W.U.Prayitno (SysOp PrAccess) untuk mendapatkan akses sebagai point Bemonet melalui BBSnya, dengan kode 55:21/11-4. Dari situ kita jadi makin menggila melakukan junking ke BemoBatavia, dan channel2 lainnya karena kemudahan download/upload message2 Bemonet.

Detil tentang BemoNet sendiri bisa di dapat di halaman yg di manage Indra dan yang ada juga halaman yg muncul pertama di Google buatan Pak Ibam. Pak Ibam (Rahmat M Samik Ibrahim) itu dedengkotnya Internet Indonesia, karena beliau yang dulu memegang administrasi top level domain .id (Indonesia), walaupun hanya menggunakan koneksi UUCP dari UI ke Australia.

Kira2 di akhir 1993, selaku anggota komunitas majalah InfoKomputer, saya dapat undangan dari majalah tersebut untuk mengikuti seminar tentang BBS & Internet (saat itu pengetahuan saya tentang Internet hanya sebatas membacanya dari majalah2 luar seperti PC Magazine, dsb). Di situ pembicaranya adalah Pak Adisasta, sysop dari Clarissa. Saat itu Clarissa adalah BBS komersil yg cukup terkenal, tapi saya kurang tertarik bergabung di bbs tsb karena terlalu komersil dan tidak terhubung dengan bemonet.

Setelah demo bbs Clarissa selesai, sesi seminar berlanjut ke tema Internet dan Pak Adisasta melakukan demo akses internet melalui dial-up dengan terminal vt100 ke nomor modem PT Gratika Informatika Nusantara (anak perusahaan telkom) yang merupakan partner dari US-Sprint (penyedia layanan koneksi data di US). Setelah modem berhasil handshake dan connected, muncul prompt yang bisa diisi dengan ID dari beberapa perusahaan Online Service yang menggunakan jasa US-Sprint tersebut. Contohnya: delphi (akses ke Delphi Internet), cix (Compuserve), aol (America Online), dll.

Karena Pak Adisasta memiliki akun di Delphi, maka dia mendemokan fasilitas yang ada didalamnya, seperti web (versi text menggunakan Lynx), gopher, usenet, dan the ever-popular irc. Yang paling menyenangkan adalah koneksi kita menggunakan pulsa lokal saja. Dari situ, saya punya tekat bulat untuk mencoba berlangganan Delphi secara langsung.

Bersambung….

2 Responses to “Perkenalan dengan Internet #1 (Modem & BBS)”

  1. Gunawan T Wicaksono

    Boyke, mau koreksi nih. Pak Adisasta bukan Adisastra. Terakhir gw baca dari suatu majalah komputer, beliau tinggal di Bali sekarang.

  2. Boyke Bader

    Oya… thanx atas koreksinya wang…

Leave a Reply